Selamat Dari Pengeroyokan Berkah Mustika Merah Delima Nur Salamah

NursalamahAlhamdulillah Hirrobil Alaminn… itulah kalimat pertama yang bisa saya ucapkan ketika kejadian naas hampir menimpa saya sekeluarga. Saat itu saya dan istri saya beserta anak saya sedang naik kendaraan menuju rumah mertua. Saya ingat sekali kejadianny tahun 2007 bulan Februari hari sabtu selesai magrib, mungkin kala itu waktu menunjukkan 16.30 WIB. Sebelum meninggalkan pitu rumah tiba-tiba tangan istri saya terjepit pintu, dan waktu melangkahkan kaki dia tersandung akhirnya jatuh dan keseleo. Mungkin itu sebuah pertanda bahwa kami dilarang pergi kerumah mertua saat itu. Akhirnya saya memutuskan agar tidak saat itu untuk mengunjungi mertua, karena tidak mungkin dalam keadaan istri saya yang seperti itu kami bepergian. Akhirnya kami masuk kembali ke dalam rumah, saya menggendong istri saya menuju pembaringan, dan setelah itu saya langsung menuju rumah tukang urut yang tak jauh dari rumah saya.

Sekembalinya saya menjemput tukang urut, istri saya menangis tersedu-sedu lalu menjulurkan tangannya pada saya, seraya ingin memeluk, saya pikir dia sangat kesakitan hingga membuat saya panik, kemudian saya memberikan dia minum dan memintanya bercerita mana yang sakit? tapi ternyata, barusan dia menghubungi mertua saya dan mertua saya menceritakan bahwa tetangga kampung nya mertua saya sedang rusuh, sedang ada tawuran antar suku, bahkan tidak ada yang berani melewati kampung itu saat ini, katanya sempat ada korban yang meninggal dunia ditempat karena melewati tempat itu, kerusuhan tidak terelakkan lagi, ada yang membawa parang, pedang, samurai, golok, pisau dan tombak.

Sekali lagi saya mengucapkan syukur, untung saja insiden kecil ini membuat saya mengurungkan niat untuk mengunjungi mertua saya malam ini. Kembali saya teringat tentang mustika merah delima nur salamah yang saya maharkan dari Jeng Irma. Allah melindungi saya melalui berkah mustika tersebut. Untunglah…… istri saya juga sangat bersyukur. Jika kami masih melanjutkan perjalanan malam itu juga, entah apa yang akan menimpa kami. Bahkan bisa dikatakan henya kematian yang akan kami temui. Namun kini saya sekeluarga masih hidup, sehat dan sejahtera bahkan rumah tangga kami lebih harmonis walaupun dalam kondisi yang sederhana.

Hidayat (Purworejo)

435 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini